Senin, 16 Januari 2012

Borong Mata Uang

















(REUTERS/Petar Kujundzic/pj)
 BATAM--MICOM: Masyarakat Batam dalam sepekan terakhir melakukan aksi borong mata uang China yuan dan dinar Irak. Akibatnya, sejumlah tempat penukaran uang di Batam kewalahan menangani animo masyarakat terhadap dua mata uang tersebut.

"Biasanya tidak seperti itu. Kami juga heran. Untunglah persediaan dinar Irak dan yuan masih ada," kata pemilik money changer 88 A Cing, di kawasan Nagoya, Batam, Jumat (28/10).

Menurut dia, aksi ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap fluktuasi mata uang yang ada. Hanya saja implikasi dari pernyataan Presiden Barack Obama baru-baru ini akan menarik pasukan dari Irak membuat mata uang tersebut menjadi buruan masyarakat Batam.

Hal yang sama juga terjadi pada yuan dimana China memberikan dukungan terhadap negara-negara zona euro yang kesulitan dengan utang besar mendapat sentiment positif masyarakat Batam yang menyenangi investasi di mata uang.

"Mata uang China diperkirakan akan menguat dalam beberapa bulan ke depan dengan dukungan terhadap negara-negara zona Euro," tambahnya.

Agus Salim warga Batam mengakui melemahnya dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya di New York dalam sepekan terakhir, mengindikasikan mata uang lain bisa dijadikan alternatif investasi. Yang paling diburu adalah yuan karena semakin mengguritanya perekonomian negara Panda itu.

"Kebijakan ekonomi China menarik untuk dijadikan lahan investasi baru. China sangat dominan dalam mengatur mata uang dunia saat ini, jadi tidak ada ruginya memborong Yuan dalam waktu dekat sebelum tahun baru," katanya.

Di tempat terpisah head of capital marker information centre-Batam division Indonesia Stock Exchange (IDX) Marco Poetra Kawer mengatakan aksi borong tersebut tidak terlalu istimewa. "Nanti jenuh sendiri itu. Yang paling penting rupiah masih tetap stabil dan nyaman digunakan," katanya. (HK/OL-04)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar